Tetiba Merindu

Diposting oleh Label: di

Jum'at, 22 Januari 2016

Semilir dinginnya angin pagi menemani perjalanan panjangku ke kantor hari ini. Pukul 5.30 pagi saat itu. Sudah banyak manusia bergeliat, menerjang dinginnya pagi untuk sebuah tujuan. Mencari nafkah. Udara dingin ternyata tidak melemahkan semangat mereka untuk berjuang. Anak-anak sekolah pun tak ketinggalan berdinamika. Pagi yang sibuk.

Aku nikmati pemandangan hiruk pikuk pagi ini dalam sebuah kendaran beroda empat yang nyaman. Duduk dijejeran bangku-bangku yang kosong, dan ku pilih tempat singgasana rutinku. Bis terus bergerak mencari "mangsa" karyawan di shelter berikutnya. Aku masih menikmati aktivitas rutin ini. Sedang asyiknya bercengkerama dengan suasana pagi, tetiba aku dihadapkan oleh sekelebat memori seseorang yang tak asing. Bukan hanya seseorang, tetapi juga suasana yang tidak asing. Tetiba dihadapanku dihadirkan sosok manusia yang pernah mengungkapkan rasa "you are a charming person". Hei, mengapa sepagi ini kau hadir.

Bis bergerak menjauh dari tempatku menunggu. Semakin jauh. Namun bayangan yang hadir semakin dekat dan jelas. Reflek tanganku menggeser tuts handphone. Memilih sebuah medsos biru terkenal, dan menulis sebuah nama di kotak 'search'. Tak kutemukan namanya. Berulang kali kuulangi, tak jua kutemukan laman namanya. Aku mungkin sudah lupa cara mengeja namanya. Tapi bayangan itu tak kunjung hilang dalam pandanganku. Apa aku tengah merindu?

Kalaupun aku memang tengah merindu, merindu ini bukan karena cinta ataupun nafsu. Kutempatkan rindu itu pada porsinya. Rinduku karena caranya. Rinduku karena sikapnya. Rinduku karena perhatiannya. Rinduku karena "ngemongnya". Rinduku yang muncul karena dia ternyata mampu memperlakukan aku sebagai seorang wanita.

Sejujurnya, tidak ada satupun wanita yang tidak terperdaya, tidak ada wanita yang menari di atas awan, jika ada laki-laki memperlakukan wanita begitu istimewa. Itu yang aku alami. Perjalanan ke Jepang beberapa saat lalu meninggalkan selaksa rasa yang sulit untuk diungkap. Perjalanan yang tidak ingin aku hapus dari memori ingatanku bahkan ingin aku ulang dan ulang.

Pagi ini, kubiarkan diriku tenggelam dalam rindu. Kubulatkan tekad untuk menuangkan rasaku disini. Dan tulisan ini kupersembahkan untukmu...






Posting Komentar

Back to Top